Refleksi Blog
Untuk apa saya ngeblog? Seberapa besar tanggung jawab saya pada blog itu, dan bagaimana masa depannya? Haruskah dibiarkan mati suri atau tetap berjalan tapi tersendat tanpa arah dan tujuan? Mungkinkah selamanya hanya akan menjadi sambilan, atau malah disentuh dengan amat serius sehingga bisa menghasilkan?
Timbul tenggelamnya blog memang tak lepas dari niat pengelolanya. Bagi narablog profesional, memperbarui dan mempercantik web log-nya, baik dari sisi visual maupun konten tentu sebuah keniscayaan. Begitu juga mereka yang tak berorientasi pada uang, namun telah menjadikan blog sebagai “kehidupan nyata” di dunia maya, melakukan update informasi seperti menjadi hal mutlak. Bukan hal yang mengherankan karena blog memang terus berevolusi fungsi dan tujuannya.
Lantas bagaimana mereka yang telah telanjur memiliki blog (pribadi) namun melakukan pembiaran, hiatus, atau sejenisnya? Sama sekali bukan masalah!. Sebab, sejatinya blog adalah ranah privat. Pemilik blog memiliki otoritas penuh terhadap blognya. Tergantung dan terserah dia, apakah blog itu akan selalu dimodernisasi atau justru sebaliknya. Otoritas itu kian absolut karena tidak ada hukum positif yang mengikat di blogosphere, khusus mengenai pembaruan konten atau perwajahan. Gampangnya, mau diurus terserah, gak dibenahi juga tidak masalah.
Menjadi sedikit persoalan bila pemilik blog itu telah terangkai dalam suatu interaksi sosial maya. Katakanlah blog itu telah ramai dikunjungi. Begitu juga sebaliknya, sang narablog juga telah meninggalkan jejaknya di beberapa blog lain. Tanpa sadar dan terencana, lahir ikatan batin di antara para narablog itu lewat komentar-komentar yang kritis, membangun, ramah, hangat, lucu, atau bisa saja sambil lalu. Terjadi suatu hubungan pertemanan hanya lewat perjalanan satu blog ke blog lain (blogwalking).
Di sinilah letak hal yang patut disayangkan itu, jika kemudian terjadi pembiaran blog. Tidak pernah update, kosong, tentu lama kelamaan terhapuslah ikatan batin itu. Sekali lagi tidak ada hukum positif di sini. Yang lahir kemudian adalah semacam sanksi moral. Umumnya, berupa perasaan tidak enak dalam hati. Tapi barangkali ini hanya kasuistik karena tidak semua narablog yang tak melakukan perawatan blog itu mengalami perasaan yang sama. Yang cuek pun banyak dan yang meninggalkan komentar di blog lain setelah dia posting artikel baru (dengan maksud agar dikunjungi balik) juga tak sedikit.
Tentu saya tak berharap seperti itu. Begitu juga saya tak ingin pertemanan alamiah sebagai salah satu keajaiban dunia maya itu hilang tanpa bekas. Oke, selama ini itu yang selalu terjadi di blog ini dan blog sebelumnya. Alibi untuk itu adalah waktu yang tak mendukung (karena ini pula saya kerap sekali menepi dan menyepi). Tahun berganti, saya berharap ada sesuatu yang lebih bagus di sini. Tak muluk-muluk menjadikan wajah lain saya ini sebagi pendulang rupiah dan dolar. Cukuplah sebagai tempat berbagi dan tempat sampah kecamuk hati.
SELAMAT TAHUN BARU 2010.
Ngeblog dengan Hati (dan hati-hati)
*artikel minimalis ini diikutkan dalam kemeriahan LeysbookBlog

Mas Zen, Terima kasih sekali, Sebuah kehormatan bagi saya blog ini ikut berpartisipasi dalam acara di blog saya. Sudah tercatat sebagai peserta ke 41.
Untuk melihat peserta saya sampaikan di http://arkasala.com/peserta-kemeriahan-di-leysbook.html.
Terima kasih sekali lagi.
terimakasih juga pak yayat. Senang bisa mengikuti kemeriahan itu meski pun dengan rasa minder karena artikelnya sangat minimalis..

Selamat Tahun Baru 2010.
Salam hangat dan sukses selalu
weee sampean pasti abis nulis ..Perjalanan Nge- Blog selama 2009
Selamat tahun baru juga Mas. Semoga langkah kita semakin baik di tahun ini.
Salam hangat selalu
weee sampean pasti abis nulis ..Perjalanan Nge- Blog selama 2009
salam hangat juga pak Yayat…semoga tahun baru makin bawa hikmah dan kebaikan serta kesuksesan..
blog banyak manfaatnya ya mas…
salam kenal…sukses selalu
weee sampean pasti abis nulis ..Bukalah Semangat Baru
sama-sama mas Berry. terima kasih…selamat tahun baru
Selamat Tahun Baru Mas,
Semoga langkah kita semakin baik di tahun ini.
Salam hangat selalu
selamat tahun baru juga pak. Semoga tahun ini jauh lebih top dari tahun kemarin
yang pasti hubungan yang telah terbangun lewat online, kalu bisa dikembangkan di dunia offline.. *biar lebih nyata* CMIIW
weee sampean pasti abis nulis ..Nggak Boleh Pulang Malam
setuju mbak. Salam kenal ya, terima kasih sudah berkunjung..
alhmd, akhirnya dotcom-nya bisa saya akses..
spt yg saya tulis di artikel saya, blog saya perlakukan spt sebuah penerbitan – di mana saya jd pengelola tunggal ha..ha.., dan benar jika kita jarang terbitkan artikel yg baru, maka para pembaca yg bolak-balik hanya liat artikel yg itu2 saja pelan-pelan akan “melupakan” blog kita
Wah bener Pak Pimred, saya setuju itu…
Sayang kalo sebuah blog sampai harus terhenti, sebagai tempat pembelajaran, blog bisa memberikan banyak sekali hal yang positif kepada pemiliknya. Salam kenal,mas.
weee sampean pasti abis nulis ..Makan siang yang tertunda
salam kenal juga mas didit. Trims udah mampir. Sudah seharusnya memang blog itu terus dirawat. Nah ini dia persoalannya buat saya kekeke
saya baru dan masih belajar nih bapa teg, need help
lah gue juga mana tahu beginian ndra…ini mah ngasal aje..
selamat tahun baru om
SELAMAT TAHUN BARU JUGA MAS….
Mas, terima kasih atas partisipasinya. Saat ini acara pengundian sudah berakhir. Mohon maaf jika ada kekurangan.
Salam hangat dan sukses selalu
wah kayaknya harus diadakan lagi pak Yayat, soalnya aku ga dapet hiks..
Artikel ini masuk nominasi artikel terbaik Mas. Semoga juri segera menentukan pemenangnya.
Sudah saya umumkan nominatornya.

Trims ya MAs, semoga beruntung he he
weee sampean pasti abis nulis .. rel="nofollow">Memilih Yang Terbaik Ternyata Lebih Sulit dari Menulis
Itu Sendiri.
terima kasih pak…saya merasa amat terhormat
saya sering terlambat mengikuti blog ini mas, soale RSS-nya nggak terbaca googel reader saya..
wah gak papa Gus..wong sini juga jarang apdet kekeke